Yogie' Empty

Yang lebih baik dari kita adalah mengakui segala kesalahan yang menyakitkan hati orang yang kita sayangi...

Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Iskandar Zulkarnain dan Nabi Khidir



Alexander The Great dikenal di kawasan Melayu dengan nama Iskandar Zulkarnain. Namun ceritanya telah berkembang dan menyebutnya penyebar Islam. Nabi Khidir pembimbing utamanya. 


Hai kamu sekalian isi rumahmu dan pada segala sahaya kamu, agama yang benar ini… Bahwa Allah Taala berfirman menyuruh Nabi Khidlir bersama dengan kita menyertai pada segala barang pekerjaanku…." 


Kalimat di atas adalah perintah Iskandar Zulkarnain kepada para panglimanya untuk memeluk agama Islam. Dengan suka cita ia mengumumkan bahwa Nabi Khidir diutus Tuhan menemuinya. Kegembiraannya itu juga langsung dikabarkan dengan menulis surat kepada sang guru Aristoteles di Makedonia. Aristoteles pun menjawab girang: "… Bahwa syukurlah hamba akan Allah Taala. Tiadalah akan sia-sia tanaman yang Hamba tanam itu…"
 
Demikian cuplikan cerita Hikayat Iskandar Zulkarnain. Sebuah cerita tua dari Melayu namun kini sudah jarang kita dengar. Sebuah tafsir imajinatif atas kisah perjalanan Alexander The Great. Hikayat ini menuturkan kelahiran Iskandar Zulkarnain, penaklukan-penaklukannya, sampai kematiannya. Tentu riwayatnya tak seperti yang dilayarperakkan Oliver Stone itu. Meski tetap disebutkan ia lahir di Makedonia, dikenal sebagai murid Aristoteles, wataknya sudah berubah seratus persen. Sebuah saduran yang sama sekali berbeda dengan versi resmi. 


Penakluk tiran Darius dari Persia tersebut bukan lagi raja yang dianggap putra Zeus, bukan lagi raja yang keberaniannya sering disepadankan dengan Achiles. Seluruh unsur Yunani dan Helenestik hilang. Alexander menjelma menjadi Iskandar seorang pahlawan Islam, yang tentu saja tidak seperti di film Oliver Stone, memiliki kecenderungan homoseksual. Ia seorang raja diraja yang dianggap menegakkan agama Ibrahim.
Dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 83 sampai 101, diceritakan kisah tentang Zulkarnaen yang diberi kekuasaan menaklukkan berbagai kaum yang tinggal di tempat matahari terbenam dan terbit. Inilah biasanya menjadi rujukan bahwa Al-Quran pun merekam keperkasaan Alexander The Great. Bertolak dari surat ini, menurut Law Yock Fang, seorang ahli hikayat dari Malaysia, di dunia Islam mulai Arab, Siria, Parsi, Turki, Hindi, sampai Mongol, timbul kisah-kisah yang menganggap Zulkarnaen atau Alexander itu sesungguhnya penyebar Islam. 


Menurut Law Yock Fang, kisah-kisah itu awalnya disadur dari buku seorang pengarang Yunani Mesir pada abad kedua dan ketiga sebelum Masehi bernama samaran Pseudo Callisthenes. Saat Alexander melakukan ekspedisi, seperti digambarkan dalam film karya Oliver Stone, rombongannya juga terdiri dari ilmuwan sampai pedagang. Syahdan, salah seorang ahli sejarah yang ikut bernama Callisthenes. Buku itu disebut Callisthenes karena kemudian ada seorang yang bukan Callisthenes asli tapi mengarang kisah itu.
Tentu saduran tiap negara berbeda-beda, karena khazanah lokal turut meresap. Imajinasi Melayu mungkin berbeda dengan Mongol. Dalam Hikayat Iskandar Zulkarnain, tokoh sentral selain Iskandar adalah Nabi Khidir. Khidir dan Iskandar seolah tak terpisahkan dalam ekspedisi. Khidir, bagaikan tangan Tuhan, seorang pemandu yang membimbing, menentukan ke mana langkah Iskandar pergi. Tak akan berhasil penaklukan-penaklukan Iskandar apabila tak ada sang Nabi. Peran Khidir terlihat lebih besar dari Aristoteles. Aristoteles (yang dalam hikayat disebut sang hakim) memang guru pelajaran Iskandar. Tapi guru sejati yang memberikan kekuatan lahir batin sepanjang perjalanan adalah Khidir. 


Nabi Khidir, dalam khazanah spiritual Islam, dikenal seorang misterius. Ia disebut-sebut seorang yang memiliki ilmu ladunni, ilmu yang datang dari rahmat Tuhan langsung. Dalam Surat Al-Kahfi terdapat kisah seorang hamba saleh yang memiliki ilmu kerohanian tinggi dan membimbing Musa. Hamba itu tidak disebut namanya. Tapi cakrawala Islam menyebut hamba itu bernama Khidir. Nurcholish Masjid pernah menulis bahwa nabi Khidlir (al-khidlr) sesungguhnya adalah perlambang dari kebenaran yang selalu hijau dan tak pernah mati (khidir artinya hijau).
Khidir nabi yang sangat populer untuk lingkungan tarekat. Dalam khazanah olah batin Jawa, Sunan Kalijaga, misalnya, disebut dibimbing beliau. Begitu juga Sunan Gunung Jati. Beliau melatih mereka ilmu firasat. Kisah-kisah demikian mungkin justru dipengaruhi Hikayat Iskandar. Sebab, diperkirakan Hikayat IskandarZulkarnain masuk dari Arab pada abad ke-15. Nama Iskandar kemudian ada dalam sejarah-sejarah raja Melayu seperti Bustanussalatin dan Tajussalatin. Bahkan raja-raja Melayu menganggap diri keturunan dari Iskandar. 
 
Konon perjalanan Iskandar akhirnya sampai di Bukit Si Guntang Palembang. Dari Palembang inilah kemudian lahir raja-raja Melayu. Bahkan sampai akhir abad ke-19 di daerah Bukit Lama, Palembang—menurut laporan dua orang Belanda Van Hassel dan Veth, juga tulisan Prof. Siti Chamamah Soeratno, peneliti penyunting hikayat itu dari Universitas Gadjah Mada—terdapat kuburan yang banyak didatangi peziarah dan dipercaya sebagai makam Iskandar. 


Menurut versi Melayu itu perkenalan pertama Iskandar dengan Khidir terjadi setelah penaklukan Parsi. Khidir datang memperingatkan kejumawaan Iskandar. Iskandar marah, dan bermaksud menghukum mati Khidir yang tak dikenalnya. Namun Khidir secara gaib lolos. Iskandar tambah terkejut tatkala melihat Khidir mampu berjalan di atas air. Sang raja insaf, ia tergelincir bisikan iblis. Kemudian keduanya melakukan perjalanan penyebaran Islam. Inilah inti Hikayat Iskandar Zulkarnain. Isinya perjalanan Khidir dan Iskandar yang penuh liku-liku. Naik-turun gunung, menyusuri laut, pergi ke dimensi lain. 


Ada sejumlah nama lokasi yang bisa kita raba maksudnya, seperti Andalusia, Habsyi, Mesir, Negeri Berber, Parsi, Isfahan. Tapi juga ada negeri yang sama sekali tak populer di dunia kontemporer seperti Ghanab, Fansirin, Fuz, Barqa, Lallan. Khidir menyatakan bahwa Allah akan menyerahkan seluruh wilayah Masyrik dan Magribi kepada Iskandar. Mereka pergi ke tempat yang tak pernah dijamah manusia. Ke dua negeri yang dianggap ujung dunia: Jabarsa dan Jabarka. 


Membaca hikayat ini memiliki keasyikan tersendiri. Perjalanannya sangat imajinatif, kadang surealis. Keduanya sampai memiliki 500 ribu balatentara berkendaraan kuda, jerapah, burung api, burung babil. Saat melintasi sebuah laut, misalnya, terdengar suara amat besar. Iskandar terkejut dan bertanya kepada Khidir: "Suara apakah ini ya nabi Allah?" Sahut Khidir: "Barang diketahui Syah Alam bahwa itulah suara Fur-Fur. Itulah tempat datang air sungai dan segala mata air yang ada datang di muka bumi semuanya dari sanalah datangnya itu."
 
Beberapa adegan hikayat memiliki fantasi sangat kuat. Terbayangkan secara visual tentu memikat bila dipanggungkan oleh dramawan-dramawan yang suka mengangkat mitologi dalam bentuk futuris macam Robert Wilson. Misalnya, adegan Iskandar melakukan perjalanan ke dasar laut. Sang baginda dimasukkan ke peti. Peti diikat tali, kemudian diulurkan ke laut lalu hanyut. Lantas datang seekor ikan besar menelan peti itu. Ikan itu berenang cepat ke dasar. "La ilaha illa 'l-lah Wah-dahu la syari kala," seru Iskandar. Begitu kata La ilaha illa, peti langsung termuntahkan dari mulut ikan, dan Iskandar keluar dari peti. Ia lalu melihat sesuatu yang gaib: tujuh tingkatan bumi. 


Dari jauh kemudian terlihat sesosok datang. "Siapa engkau ini selamanya aku dijadikan Allah Taala seribu tahun lamanya aku di sini tiada pernah aku lihat seorang makhluk pun sampai kemari," tanya orang itu. Iskandar menjawab: "Akulah yang bernama Iskandar, anak Raja Darab, Rum bangsanya. Aku Zulkarnain gelarku, Makaduniah nam negriku. Diserahkan Allah Taala kerajaan segala (muka) bumi ini kepadaku dari masyrik ke magrib…. Tetapi siapa nama Tuan Hamba? "Maka kata orang itu, "Hamba seorang malaikat yang membahagikan segala air laut dalam dunia ini…."
Pada layar lebar, Oliver Stone memusatkan perhatian pada Alexander dan pengawalnya, dan tak secara detail menggambarkan para ilmuwan yang menjadi inti rombongannya. Tapi Hikayat banyak melukiskan Nabi Khidir, pendamping, panglima, sekaligus ilmuwan. Ia yang menyiapkan perjalanan mulai dari perintisan sampai arah penaklukan. Seperti pernah dikatakan oleh Prof Siti Chamamah Soeratno, peran Nabi Khidir dalam perjalanan itu sebagai benar-benar guru yang "mahatahu". Khidir paham segala faktor geografis, jenis tanah, arah mata angin, arah sumber air, dari asal-usul suatu bangsa sampai kitab-kitab mereka.
Iring-iringan pasukan Iskandar mencerminkan citra kebesarannya. Dalam iring-iringan itu Nabi Khidir selalu berjalan di barisan paling depan, sementara Iskandar di barisan paling belakang. Perjalanan tanpa henti, bahkan sampai daerah-daerah yang paling tandus, paling kerontang. Khidir seorang yang memiliki kemampuan mengetahui sumber air. 


Seperti juga bila membaca epos Ulysses atau perjalanan Saweri Gading dalam epos asal Sulawesi: La Galigo, perjalanan Iskandar kerap bertemu makhluk aneh. Khidir dikisahkan, di samping menguasai berbagai bahasa manusia, juga menguasai bahasa binatang dan makhluk halus. Digambarkan akhirnya banyak kaum yang tadinya memuja bintang, matahari, berhala, atau binatang akhirnya semuanya masuk Islam.
Sering kali dalam pertempuran pasukan lawan jauh lebih besar. Tapi, dengan kekuatan doa dan sembahyang, Khidir mampu mengempaskan musuh. Bahkan Iskandar akhirnya mampu menaklukkan dunia jin, sebuah prestasi yang bahkan tidak bisa dicapai Nabi Sulaiman. Itulah sebabnya para lawan Iskandar dalam setiap pertempuran selalu mengincar Khidir terlebih dulu. Ibarat kartu truf, bila dia kalah, semua akan keok. Tapi sang Nabi tak ada tandingan. 


Rata-rata lawan gentar kepadanya. Terasa, seperkasa-perkasanya Iskandar, ia pun masih "di bawah" Khidir. Suatu kali Iskandar, misalnya, ingin mencari sumur hayat. Mengingatkan cerita Dewaruci, tatkala Bima menyelam jauh ke dasar untuk mencari Banyu Prawitasari, Bima yang bersusah payah mencari air suci itu, namun akhirnya gagal. Sementara Khidir tak berniat malah mendapat air hayat tersebut. Dan Iskandar hanya manusia, sekalipun ia seorang raja, batasnya selalu ada. 


Betapapun demikian, Iskandar begitu patuh, tetap berbesar hati, mau mengikuti seluruh petunjuk Khidir. Bahkan untuk memilih kuda atau pasukan pun, ia butuh nasihat. "Ya Nabi Alah pilih pulak oleh Tuan hamba di dalam sekalian tentara ini seratus ribu orang yang bersama-sama dengan Tuan," kata Iskandar. Bila ragu-ragu, ia selalu bertanya. Bila hendak melanjutkan perjalanan, ia berkonsultasi: "Ke mana arah kita selanjutnya ya Bapa Abbas" (Iskandar sering memanggil Khidir demikian). Kadang-kadang Iskandar digambarkan merasa takut, gamang hatinya, bila Khidir tak bersamanya. Ia tak seperti Musa. Musa yang mohon bimbingan Khidir, tapi akhirnya tidak tahan berjalan bersama Khidir. 


Saat membimbing Musa, Khidir suatu kali merusak perahu milik nelayan miskin, membunuh bocah yang sedang asyik bermain, menegakkan tembok rumah yang roboh di suatu desa yang penduduknya tak ramah. Musa yang terlalu rasional memprotes keras-keras. Sebelum mereka berpisah, Khidir memberikan penjelasan. Dan Musa sadar, tindakan itu ternyata ada maksudnya. Dengan kata lain, Musa kurang sabar membaca sasmita. Sementara Iskandar digambarkan tanpa kesulitan mengikuti petunjuk Khidir. Mulanya Khidir ragu apakah Iskandar bakal tahan bersamanya, ternyata "lulus ujian". 


Dalam film karya Oliver Stone ada salah satu adegan yang indah. Ketika itu Alexander, di pegunungan Afganistan, berdiri sendiri memandang pegunungan Hindukush. Berselimut mantel merah, menggigil kedinginan, ia beku. Bibirnya, alisnya, semua tertutup salju. Menurut sahibul hikayat dari Hindi itu, rombongan Iskandar berjalan sampai Sumatera. Ia berkelana ke Aceh, Siak, Kampar, Minangkabau. Di setiap negeri itu Iskandar mengawini putri raja setempat. Sesudah putra-putranya lahir, ia undur diri. Tuan-tuan, anak-anak itulah yang—dalam cerita—kelak menjadi raja-raja kita.

Salahuddin Ayyubi



Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdi: صلاح الدین ایوبی) (Sho-lah-huud-din al-ay-yu-bi) (c. 1138 - 4 Maret 1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.

Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi . Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi       penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor). 


Saat Iblis Bertamu kepada Rosulullah SAW



Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW

(dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”


Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

Siapa selanjutnya?

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

lalu siapa lagi?

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

Lalu siapa lagi?

“Orang yang selalu bersuci.”

Siapa lagi?

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

Apa tanda kesabarannya?

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

Selanjutnya apa?

“Orang kaya yang bersyukur.”

Apa tanda kesyukurannya?

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

Umar bin Khattab?

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

Usman bin Affan?

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

Ali bin Abi Thalib?

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)


Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

Kenapa?

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

Jika seorang umatku berpuasa?

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

Jika ia berhaji?

“Aku seperti orang gila.”

Jika ia membaca al-Quran?

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

Jika ia bersedekah?

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

Mengapa bisa begitu?

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?

“Taubat orang yang bertaubat.”

Apa yang dapat membakar hatimu?

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

Apa yang dapat mencoreng wajahmu?

“Sedekah yang diam – diam.”

Apa yang dapat menusuk matamu?

“Shalat fajar.”

Apa yang dapat memukul kepalamu?

“Shalat berjamaah.”

Apa yang paling mengganggumu?

“Majelis para ulama.”

Bagaimana cara makanmu?

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?

“Di bawah kuku manusia.”


Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?

“Pemakan riba.”

Siapa sahabatmu?

“Pezina.”

Siapa teman tidurmu?

“Pemabuk.”

Siapa tamumu?

“Pencuri.”

Siapa utusanmu?

“Tukang sihir.”

Apa yang membuatmu gembira?

“Bersumpah dengan cerai.”

Siapa kekasihmu?

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”


Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

Siapa orang yang ikhlas menurutmu?

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. "

"Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. "

"Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?

“10 macam”

Apa saja?

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 - 119)

juga membaca,

Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.

Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Barang - barang peninggalan Nabi Muhammad SAW

Salam dan cinta kasih kita kepada Rosul selalu menyertai kita semua.

Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah yang berbentang waktu 1.400 tahun… bila kita belum pernah melihat wajah sucinya, sementara kita menyebut namanya setiap hari, kita menghantarkan salam kepadanya setiap hari melalui shalat, shalawat-shalawat dan do’a-do’a yang kita lantunkan, kita memohon syafa’atnya untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Tercinta Nabi Agung, Kekasih Allah dan sang pribadi mulia panutan alam?? Titik air mataku begitu melihat langsung baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … serasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, rontok segala persendianku, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad ….

Foto-foto ini semua adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Musim peninggalan Nabi di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …

Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam ...

a
the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw
The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek. Betapa sederhananya sang pemimpin dunia yang suci nan agung ..!!)
a
the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw
The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek)
a
jubah-rasulullah1
Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW
a
blessed-seal-of-rasool-allah-saw1
The Blessed Seal of Rasulullah SAW (Cap surat Nabi SAW)
a
copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw
Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW

picture1.jpg
KUNCI KA’BAH ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW
a

the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw
jejak-kaki-nabi
JEJAK-JEJAK KAKI SANG NABI AGUNG, RASULULLAH SAW

a
blessed-hair-of-rasool-allahsaw

rambut-nabi
BEBERAPA HELAI RAMBUT NABI MUHAMMAD SAW
a

gigi-dan-rambut1
PENINGGALAN GIGI DAN RAMBUT NABI MUHAMMAD SAW
a


Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW
a
picture4.jpg
pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1
pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2
pedang2-nabi-dengan-nama-namanya
BERBAGAI PEDANG MILIK NABI SAW DENGAN NAMA-NAMANYA YANG DIPAKAI UNTUK MENEGAKKAN ISLAM, AGAMA ALLAH SWT DI MUKA BUMI.
a

Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelas
a

busur-panah-nabi
a
Busur Panah Nabi SAW
a

Bendera Rasululullah SAW
a

blessed-turbine1-of-prophet-muhammad-saw
Koleksi Sorban-sorban Nabi Muhammad SAW
a

blessed-turbine-of-prophet-muhammad-saw
Satu yang diperbesar (dari dekat)
a

Topi Besi Rasuluallah SAW
a

Baju dan barang-barang Rasulullah SAW


blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw
blessed-sandal-of-rasool-allah-saw
blessed-sandal1-of-rasool-allah-saw1
Sandal-sandal peninggalan Rasulullah SAW tercinta …
a

letter-to-nijashi-king-of-habsha
Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah
a

letter-to-omani-people
Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan
a

letter-to-qaiser_e_rome
Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke 7
a

Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius
prophets-letter-to-muqauqas-egypt
Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir
a

Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW


box-belonging-to-hazrat-fatima-rz
Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.

a
picture6.jpg
PINTU EMAS MAKAM NABI MUHAMMAD SAW
a

the-blessed-dust-from-the-tomb-of-the-prophet
The blessed dust from the tomb of the Prophet Muhammad PUBH (Butiran pasir yang diambil dari makam Nabi Muhammad SAW)
a
picture7.jpg
Keranda dan makam Nabi panutan alam, Nabi Muhammad SAW
Inilah makan Rasulullah SAW dari dalam. Di dalam inikah Sang Nabi Agung nan Mulia berbaring? Allahu Akbar … Makam raja saja, makan Sunan Sunan Gunung Djati saja, kita tidak bebas masuk dan melihatnya. Ini makam Rasulullah sang kekasih panutan umat manusia, Allaahu Akbar … Bila keranda ini disingkap dan kita bisa melihat tubuhnya yang suci berbaring, terbayangkah bagaimana kita menatap wajahnya?






Al-Qur'an Palsu buatan Amerika


WASPADA !!!

Al-Qur'an Palsu buatan Amerika
Jangan abaikan ini, sebarkan ke semua muslim

Cover :


Al-Quran baru buatan amerika, berbahaya dan sedang didistribusikan di kuwait ,
berjudul "The True Furqan" isinya bertentangan sekali. Dibuat oleh 2
perusahaan percetakan ;'Omega 2001'dan 'Wine Press'. Judul lain
buku ini 'The 21st Century Quran'! berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa
Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada
anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris disana.
Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana and
Al-Injil.

Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan
kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan.

Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai
lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, perceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM.

Buku yang sangat menyesatkan. Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim
sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua
dari orang2 Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT

kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini :
www.islam-Exposed.org atau
http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html atau
http://www.truth-in-crisis.com/TheTrueFurqan.htm


Contoh :

The Blessing - Al Basmalah



The Opening - Al Fateha

'Arsy Singgasana Allah


 ‘Arsy (Bahasa Arab عَرْش, ‘Arasy) adalah makhluk tertinggi tempat bersemayam Allah, berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Pengertian ‘Arsy ini yang diyakini oleh para manhaj Salaf, berdasarkan Al Qur'an dan hadits Muhammad, sesuai dengan ayat:


" (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas 'Arsy.(Thaha, 20:5) "
Tetapi banyak ulama yang berpendapat beda dalam mengartikan makna dari ‘Arsy ini, apakah ‘Arsy itu berwujud fisik atau nonfisik.

Etimologi

‘Arsy adalah bentuk mashdar dari kata kerja ‘arasya – ya‘risyu – ‘arsyan (عَرَشَ يَعْرِشُ عَرْشًا) yang berarti bangunan, singgasana, istana atau tahta. Di dalam Al-Quran, kata ‘Arsy itu disebut sebanyak 33 kali. Kata ‘Arsy mempunyai banyak makna, tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah singgasana atau tahta Tuhan. Kemudian arti dari kata tersebut dipakai oleh bangsa Arab untuk menunjukkan beberapa makna, yaitu:
  • Singgasana raja, tercantum dalam Surah An-Naml, 23.
  • Atap rumah, tercantum dalam hadits
  • Tiang dari sesuatu
  • Kerajaan
  • Bagian dari punggung kaki
Inilah sebagian dari arti ‘Arsy dalam bahasa Arab, akan tetapi arti tersebut berubah-ubah sesuai dengan kalimat yang disandarinya.
Seorang ulama yang bernama Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘Arsy merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada Al Qur'an:

"...kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan..." (Yunus 10:3)

Wujud 'Arsy

Menurut manhaj salaf, 'Arsy memiliki wujud yang teramat sangat besar, memiliki beberapa tiang yang menjadikan 'Arsy sebagai atap alam semesta. Wujud ini dicatat dalam beberapa hadits-hadits yang shahih. Saking besarnya ada malaikat yang memiliki sayap banyak, diperintahkan oleh Tuhan untuk terbang kemana saja yang ia kehendaki dan ia merasa tidak beranjak dari tempat semula ia terbang.
Allah berfirman kepada malaikat tersebut, "Sesungguhnya Aku telah menjadikan engkau memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000 malaikat." Malaikat itu diberikan 70.000 sayap. Kemudian, Allah menyuruh malaikat itu terbang. Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan penuh dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang dikehendaki Allah. Sesudah itu, malaikat tersebut berhenti dan memandang ke arah ‘Arsy. Tetapi, ia merasakan seolah-olah ia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya terbang semula. Hal ini memperlihatkan betapa besar dan luasnya ‘Arsy Allah itu.
“ 'Arsy yaitu singgasana yang memiliki beberapa tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Ia menyerupai kubah bagi alam semesta. 'Arsy juga merupakan atap seluruh makhluk.”
Nabi Muhammad bersabda: "Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang Sahara yang luas, dan keunggulan 'Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang Sahara yang luas itu atas cincin tersebut."

Letak 'Arsy

Menurut syariat Islam, 'Arsy terletak diatas surga Firdaus yang berada dilangit ke-7. Keyakinan ini bersumber dari salah satu hadits Muhammad. Muhammad bersabda kepada sahabatnya yang bernama Abu Hurairah “Apabila engkau memohon kepada Allah, maka mohon-lah kepada-Nya Surga Firdaus. Sesungguhnya ia (adalah) Surga yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arsy Allah yang Maha Pengasih...”
Masih diriwayatkan dari Ibnu Abi 'Ashim, Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya ‘Arsy sebelumnya berada di atas air. Setelah Allah menciptakan langit (ke-7), ‘Arsy itu ditempatkan di langit yg ke-7. Dia jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air.”

Hamalat al-‘Arsy

Para malaikat pemikul 'Arsy terkenal dengan nama Hamalat al-‘Arsy (Arab: حملات العرش) berjumlah empat malaikat, setelah kiamat akan bertambah menjadi delapan malaikat yaitu; Israfil, Mikail, Jibril, Izrail dan Hamalat al-‘Arsy. Didalam Al-Qur'an juga disebutkan para malaikat ini, dalam surah Al Haqqah 69 ayat 17:

" Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka." (Al Haqqah, 69:17)

Wujud Hamalat al-‘Arsy

Berdasarkan hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dari seorang sahabat Jabir bin Abdillah, wujud para malaikat pemikul singgahsana Allah sangatlah besar dan jarak antara pundak malaikat tersebut dengan telinganya sejauh perjalanan burung terbang selama 700 tahun.
Dikatakan pula dalam hadits, bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki sayap lebih besar dan banyak dibandingkan dengan Jibril dan Israfil. Dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki sayap sejumlah 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil, sedangkan Israfil mempunyai 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril.

Perbedaan Pendapat Tentang 'Arsy

Di dalam perbincangan para ulama tradisional dengan ulama kontemporer dan modern, mereka masing-masing memiliki perbedaan pendapat dalam menafsirkan istilah 'Arsy ini. Mereka memperdebatkan apakah 'Arsy itu suatu nonmateri (nonfisik) atau materi (fisik).
Para ulama tradisional lebih menyukai memahami 'Arsy sebagai suatu singgasana, dimana dari singgasana-Nya inilah Tuhan mengendalikan kekuasaan-Nya atas makhluk-makhluk-Nya, namun ulama-ulama tersebut juga lebih suka untuk tidak melakukan pembahasan lebih jauh mengenainya dan hanya mencukupkan urusannya kepada iman dan itu menjadi rahasia Allah saja.
Sejumlah ulama lain yang lebih moderat menolak penafsiran 'Arasy seperti yang telah disebutkan diatas tadi, karena menurut mereka Allah tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu. Jika dikatakan bahwa Allah duduk diatas 'Arsy maka berarti Allah memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung, padahal Allah Maha Suci dan Maha Mulia dari semua itu.
Dalam penafsiran 'Arsy oleh para ulama ini, maka bisa digolongkan menjadi tiga pendapat yang berbeda, yaitu:
  • Mu'tazilah
Berpendapat bahwa kata ‘Arsy di dalam al-Quran harus diartikan dan dipahami sebagai makna metaforis (majazi). Jika dikatakan Tuhan bersemayam di ‘Arsy, maka arti ‘Arsy di sini adalah kekuasaan Tuhan. Tuhan merupakan zat yang nonmateri, karenanya mustahil Dia berada pada tempat yang bersifat materi.
  • Mujassimah
Berpendapat golongan ini bertolak belakang dengan pendapat pertama. Menurut mereka, kata ‘Arsy harus dipahami sebagaimana adanya. Karena itu, mereka mengartikan ‘Arsy sebagai sesuatu yang yang bersifat fisik atau materi. Mereka memiliki paham antropomorfisme.
  • Asy'ariyah
Berpendapat yang menyatakan bahwa ‘Arsy dalam arti tahta atau singgasana harus diyakini keberadaannya, karena Al-Quran sendiri mengartikan demikian adanya.


sumber : wikipedia

Misteri Batu Terbang (Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad)







Misteri Batu Terbang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad
The floating rock miracle(read in English)Islamic Greeting Cards




Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.
Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?


Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir (Lihat foto-foto wilayah ini di Panoramio). Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.


Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang (lihat juga komentar dari orang-orang yang tinggal di wilyah ini dari artikel berbahasa inggris: the mistery of floating rock di sini). Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:









Ada juga referensi mengenai batu terbang ini di flickr



Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj?
Di samping ini adalah gambar batu tersebut, tampak atas. Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Haram al Quds al Sharif. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam, sepertinya tidak.
Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.


Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.


Semoga halaman ini bermanfaat untuk kebenaran.

Di manakah Langit ke Tujuh?

" Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Isra' : 1).

" Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (Q.S. An-Najm:13-18).
Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi'raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti 'tumbuhan sidrah yang tak terlampaui', suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur'an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.
Di dalam kisah yang agak lebih rinci di dalam hadits disebutkan bahwa Sidratul Muntaha dilihat oleh Nabi setelah mencapai langit ke tujuh. Dari kisah itu orang mungkin bertanya- tanya di manakah langit ke tujuh itu. Mungkin sekali ada yang mengira langit di atas itu berlapis-lapis sapai tujuh dan Sidratul Muntaha ada di lapisan teratas. Benarkah itu? Tulisan ini mencoba membahasnya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.

Sekilas Kisah Isra' Mi'raj


Di dalam beberapa hadits sahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan isra' dan mi'raj dengan menggunakan "buraq". Di dalam hadits hanya disebutkan bahwa buraq adalah 'binatang' berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Ini menunjukkan bahwa "kendaraan" yang membawa Nabi SAW dan Malaikat Jibril mempunyai kecepatan tinggi.
Apakah buraq sesungguhnya? Tidak ada penjelasan yang lebih rinci. Cerita israiliyat yang menyatakan bahwa buraq itu seperti kuda bersayap berwajah wanita sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, gambaran ini sampai sekarang masih diikuti oleh sebagian masyarakat, teruatam di desa-desa.
Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Setelah melakukan salat dua rakaat dan meminum susu yang ditawarkan Malaikat Jibril Nabi melanjutkan perjalanan mi'raj ke Sidratul Muntaha.
Nabi SAW dalam perjalanan mi'raj mula-mula memasuki langit dunia. Di sana dijumpainya Nabi Adam yang dikanannya berjejer para ruh ahli surga dan di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit ke tujuh dilihatnya baitul Ma'mur, tempat 70.000 malaikat salat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.
Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam ('pena'). Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat di Iraq dan sungai Nil di Mesir.
Jibril juga mengajak Nabi melihat surga yang indah. Inilah yang dijelaskan pula dalam Al-Qur'an surat An-Najm. Di Sidratul Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya. Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib.
Mulanya diwajibkan salat lima puluh kali sehari-semalam. Atas saran Nabi Musa, Nabi SAW meminta keringan dan diberinya pengurangan sepuluh-sepuluh setiap meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi enggan meminta keringanan lagi, "Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman, "Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya atas hamba-Ku."

Di manakah Tujuh Langit

Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah isra' mi'raj dan sebutan "sab'ah samawat" (tujuh langit) di dalam Al-Qur'an sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu.
Ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari segi sejarah, segi makna "tujuh langit", dan hakikat langit dalam kisah Isra' mi'raj.

Sejarah Tujuh Langit

Dari segi sejarah, orang-orang dahulu --jauh sebelum Al- Qur'an diturunkan-- memang berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.
Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.
Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.
Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum'at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.
Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, ..., sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba'ah, khamsah, sittah, dan sab'ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum'at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum'at berjamaah.
Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai pemakaian "Ahad" daripada "Minggu".

Makna Tujuh Langit

Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak ada. Sedangkan warna biru bukanlah warna langit sesungguhnya. Warna biru dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh atmosfer bumi.
Di dalam Al-Qur'an ungkapan 'tujuh' atau 'tujuh puluh' sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261 Allah menjanjikan:
Siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah ibarat menanam sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH tangkai yang masing-masingnya berbuah seratus butir. Allah MELIPATGANDAKAN pahala orang-orang yang dikehendakinya....
Juga di dalam Q.S. Luqman:27:
Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah....
Jadi 'tujuh langit' semestinya difahami pula sebagai tatanan benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan-lapisan langit.

Tujuh langit pada Mi'raj

Kisah Isra' Mi'raj sejak lama telah minimbulkan perdebatan soal tanggal pastinya dan apakah Nabi melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Muhammad Al Banna dari Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul Muntaha itu adalah Bintang Syi'ra. Tetapi sebagian lainnya, seperti Muhammad Rasyid Ridha dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam kisah isra' mi'raj adalah langit ghaib.
Dalam kisah mi'raj itu peristiwa lahiriyah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitur Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi, nampaknya pengertian langit dalam kisah mi'raj itu memang bukan langit lahiriyah yang berisi bintang-bintang, tetapi langit ghaib.