Yogie' Empty

Yang lebih baik dari kita adalah mengakui segala kesalahan yang menyakitkan hati orang yang kita sayangi...

Tampilkan postingan dengan label Discovery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Discovery. Tampilkan semua postingan

Daftar 7 Keajaiban Dunia Yang Terbaru

Seratus juta orang lebih setuju bahwa ketujuh tempat ini pantas menyandang gelar "Keajaiban Dunia":


1. The Pyramid at Chichén Itzá (before 800 A.D.) Yucatan Peninsula, Mexico

Chichén Itzá, adalah kuil suku Mayan yang paling terkenal, yang digunakan oleh suku Mayan pada saat itu sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi. Variasi bangunannya yang sangat beragam seperti piramida Kukulkan, Kuil Chac Mool, Aula dengan ribuan pilar raksasa masih dapat kita lihat hingga hari ini. Piramida ini dikatakan sebagai piramida terakhir dan yang terbesar dari semua kuil-kuil suku Mayan.




2. Christ Redeemer (1931) Rio de Janeiro, Brazil

Patung Yesus ini memiliki tinggi sekitar 38 meter, berdiri di puncak gunung Corcovado menghadap Rio de Janeiro. Didesain oleh Heitor da Silva Costa seorang Brazilian, dan dibuat oleh pemahat berkebangsaan Perancis Paul Landowski. ini adalah salah satu monumen yang paling terkenal di dunia. Patung ini butuh waktu lima tahun untuk dibangun dan diresmikan pada 12 Oktober 1931. Patung ini telah menjadi simbol kota dan kehangatan dari orang-orang Brasil, yang menerima tamu dengan tangan terbuka.




3. The Roman Colosseum (70 – 82 A.D.) Rome, Italy

Arena raksasa ini berada di tengah pusat kota Roma, dibangun untuk merayakan kemuliaan Kekaisaran Romawi. Konsep desain masih dipakai hingga hari ini, dan hampir setiap stadion olahraga modern sekitar 2.000 tahun kemudian masih mengikuti jejak desain stadium. Hari ini, melalui film dan buku-buku sejarah, kita bahkan lebih sadar akan kejam perkelahian dan permainan yang berlangsung di arena ini, yang semuanya itu hanya untuk kegembiraan penonton.




4. The Taj Mahal (1630 A.D.) Agra, India

Makam yang sangat luas ini dibangun atas perintah Shah Jahan, kaisar Mogul Muslim yang kelima, untuk mengenang istrinya tercinta. Terbuat dari marmer putih dan dikelilingi taman-taman yang indah. Taj Mahal dianggap sebagai permata seni Islam yang paling sempurna di India. Konon sang kaisar sendiri akhirnya dipenjara dan hanya bisa melihat Taj Mahal dari jendela kecil di sel tahanannya.




5. The Great Wall of China (220 B.C and 1368 – 1644 A.D.) China

Tembok Besar Cina dibangun untuk menghubungkan benteng-benteng yang ada ke dalam satu kesatuan sistem pertahanan dan agar lebih mudah untuk terus menyerang suku-suku Mongol keluar dari Cina. Ini adalah buatan manusia terbesar yang pernah ada, monumen ini telah dibangun dan masih menjadi perdebatan bahwa monumen ini adalah satu-satunya monumen yang tampak dari luar ruang angkasa. Banyak ribuan orang yang meninggal untuk membangun konstruksi kolosal ini.




6. Petra (9 B.C. – 40 A.D.), Jordan

Di tepi gurun pasir Arab, Petra merupakan ibukota kerajaan Nabataean dengan rajanya adalah Aretas ke-IV (9 SM hingga 40 Masehi). Teknologi air yang sangat tinggi, tersedia di Nabataeans, kota ini dibangun dengan konstruksi terowongan besar dan bak-bak air raksasa. Dalam bangunan ini terdapat sebuah teater, model Yunani-Romawi yang memiliki ruang untuk 4000 orang penonton. Hari ini, Istana Makam Petra, dengan tinggai 42 meter adalah contoh kebudayaan Timur Tengah yang menakjubkan.




7. Machu Picchu (1460-1470), Peru

Pada abad ke-15, Kaisar Inka Pachacútec membangun sebuah kota di awan di atas gunung yang dikenal sebagai Machu Picchu ("gunung tua"). Bangunan yang luar biasa ini terletak di tengah Andes Plateau, jauh di hutan Amazon dan di atas Sungai Urubamba. Bangunan ini mungkin ditinggalkan oleh suku Inca karena wabah cacar dan, setelah Spanyol menaklukkan Kekaisaran Inka, kota ini tetap 'hilang' selama lebih dari tiga abad. Ditemukan kembali oleh Hiram Bingham pada tahun 1911.


Reruntuhan Terindah di Muka Bumi

1. Machu Picchu (Peru)

Reruntuhan paling terkenal di antara semua reruntuhan Inca. Machu Picchu seakan berada di antara dua puncak gunung dan seringkali tertutup kabut. Reruntuhan ini tidak dapat terlihat dari Lembah Urubamba di bawahnya, tempat ini dibangun oleh bangsa Inca tanpa sama sekali menggunakan roda.

Machu Picchu dibangun pada sekitar abad 15, tapi tempat ini sama sekali tidak tercatat oleh para Conquistador Spanyol, yang ternyata menghancurkan tempat tersebut pada tahun 1530. Tempat ini juga masih belum diketahui tujuan pembangunannya, walaupun banyak sekali tanda bahwa tempat tersebut memiliki berbagai pusat pemujaan.

Sampai sekarang berbagai ahli arkeologi terus mencari bukti tujuan dibangunnya tempat tersebut.

2. Babilon (Irak)

Reruntuhan ini terletak sekitar 90 km dari kota Baghdad, nama asli kota ini adalah "Bab-ili" yang berarti "gerbang para dewa". Kota ini dikenal luas pada zaman era klasik, sebagai kota yang indah dengan "Taman Gantung" yang termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.

Kota ini berdiri sebagai pusat pemerintahan dan budaya, dan berjaya selama lebih kurang 15 abad, semenjak kedatangan suku Amor (sekitar 1850 SM) sampai Alexander Agung, yang akhirnya meninggal di sana pada 322 SM. Hammurabi (1892-1750 SM), salah satu penguasa terhebat di Irak juga membuat kota ini sebagai pusat pemerintahan.

3. Palenque (Meksiko)

Reruntuhan Palenque adalah salah satu dari situs arkeologi terpenting suku Maya di Meksiko dan Amerika Tengah. Kota yang dibangun di atas jurang dengan pemandangan indah teluk Meksiko, Palenque seakan tersembunyi dalam hutan tropis di kaki pegunungan Tumbala, Chiapas, Meksiko.

Walaupun analisis terhadap potongan tembikar menyatakan bahwa daerah tersebut sudah dihuni mulai sekitar 100 SM, tapi bangunan yang tersisa kebanyakan dibangun pada sekitar abad 6 sampai 10 Masehi. Penguasa terbesar di kota ini adalah Pacal, yang berkuasa pada tahun 603 masehi, dan membuat berbagai bangunan inovatif yang bertahan bahkan sampai lebih dari masa berkuasa Pacal yang berkisar 68 tahun. Salah satu bangunan yang luar biasa adalah Istana, baik dinding dan langit-langit istana ini dipenuhi ukiran yang menggambarkan upacara dan berbagai aktivitas penguasa dan para dewa, sehingga kita dapat mengira-ira bagaimanakah kehidupan suku Maya pada zaman tersebut.

Sampai sekarang hanya 34 dari kemungkinan 500 bangunan yang berhasil dibebaskan dari timbunan tanah, siapa tahu anda bisa ikutan membebaskan satu lagi?

4. Ayutthaya (Thailand)

Ayutthaya, dalam bahasa Sansekerta berarti 'tidak terkalahkan' memang tidak sepopuler Bangkok, Chiang Mai atau Phuket, tapi adalah salah satu daerah di Thailand yang sering dikunjungi turis yang ingin melihat reruntuhan yang terkenal.

Pada puncak kejayaannya, Ayutthaya adalah ibukota yang sibuk dengan reputasi yang mencapai banyak negara. Menurut ahli sejarah, perkembangan Ayutthaya, bahkan melebihi berbagai ibukota di Eropa. Kota ini begitu makmur sampai Burma (sekarang Myanmar), negara tetangga, begitu iri dan akhirnya berhasil membakar dan menjarah kota ini. Walaupun sekarang kota ini tinggal puing, tapi masih sangat indah, dan sekarang dilindungi sebagai Ayutthaya Historical Park

5. Colloseum (Italia)

Salah satu hasil dari karya bangun bangsa Romawi, sekaligus adalah reruntuhan bangunan paling terkenal di dunia, nama asli bangunan ini adalah Flavian Amphiteatre, adalah bangunan teater terbuka berbentuk elips di pusat kota Roma, Italia.

Bangunan terbesar di jaman Romawi ini mampu menampung 50.000 penonton, digunakan sebagai kontes gladiator dan pertunjukan kepada publik. Berbagai pertunjukan, seperti pertempuran bohongan, eksekusi, sampai pertunjukan ulang pertempuran terkenal, juga berbagai drama berdasar mitologi dipertontonkan di sini. Lebih dari 50.000 orang dan hewan mati di tempat ini

Walaupun sekarang kerusakan sebagian dari bangunan ini dikatakan terjadi karena gempa bumi, tapi setidaknya bangunan ini berhasil tetap tegak berdiri hanya dengan sedikit kerusakan, dan sehingga menjadi salah satu bangunan yang berhasil membuat terobosan dalam menahan gempa.

6. Tikal (Guatemala)

Tikal adalah situs arkeologi terbesar di dunia sekaligus pusat urban di tengah kebudayaan Maya Pre-Kolombia. Situs ini terletak di daerah arkeologi di Peten Basin, Guatemala Utara. Situs ini adalah bagian dari Tikal National Park dan pada tahun 1979 berada dalam lindungan Unesco.

Tikal adalah salah satu pusat budaya dan populasi suku bangsa Maya. Berbagai bangunan monumental di situs ini dibangun pada abad ke empat Masehi. Tikal mencapai puncak kejayaannya pada sekitar tahun 200 - 900 Masehi, dan pada masa tersebut, Tikal mendominasi budaya, politik, ekonomi dan militer bangsa Maya, sambil terus berinteraksi dengan berbagai suku bangsa, termasuk Teohuatican di Meksiko.

Setelah masa-masa Tikal dikalahkan oleh Teohuatican pada abad ke empat Masehi, Tikal mengalami penurunan, bahkan istana yang ada sempat terbakar. Berbagai bukti menunjukkan bahwa kota ini makin lama makin sepi sampai akhirnya ditinggalkan pada abad 10 Masehi.

7. Chichén Itzá (Meksiko)

Situs arkeologi terbesar jaman pre-Kolombia yang dibangun oleh bangsa Maya. Chichen Itza dibangun di utara semenanjung Yucatan, Meksiko. Daerah ini adalah titik pusat utama di Zaman Klasik. Chichen Itza dibangun dengan berbagai gaya arsitektur yang dianggap merupakan hasil dari akulturasi berbagai budaya yang ada di daerah tersebut.

8. Parthenon (Yunani)

Adalah kuil dewi Athena, yang dibangun pada pada abad ke 5 di Akropolis. Bangunan ini adalah bangunan paling penting yang berhasil selamat di masa Yunani Klasik, dan dianggap sebagai puncak perkembangan budaya Klasik Yunani.

9. Biara Trinidad (Paraguay)

Biara yang terltak 25 km dari Encarnacion, di rute yang mengarah ke Ciudad del Este, Paraguay, adalah bangunan yang paling menarik dalam sejarah misi Nasrani ke Paraguay.

Trinidad adalah kota yang didirikan oleh para penduduk setempat yang datang dari San Carlos. Arsitek utama bangunan ini adalah romo Juan Bautista Prímoli dari Milan dan Catalan Jose Grimau. Gereja yang dibangun di tempat ini dikatakan sebagai gereja terindah dan terbesar di seluruh Paraguai (pada zamannya)

10. Copan (Honduras)

Copan adalah kota terbesar dan paling mengagumkan di seluruh pusat kebudayaan Maya. Terdapat beberapa piramid, kuil dan 21 pilar batu, atau stelae, dengan berbagai ukiran wajah raja-raja Copan.

11. Palmyra (Siria)

Palmyra, yang terletak di jantung Padang Pasir Siria, seringkali digambarkan sebagai "pengantin padang pasir". Sisa bangunan yang ada menjadi saksi bertapa Ratu Zenobia adalah seorang pemimpin yang heroik. Palmyra yang didirikan di dekat mata air panas Afqa, adalah tempat persinggahan ideal sebagai jalur perdagangan antara Irak dan Al Sham (sekarang adalah Siria, Lebanon, Jerusalem dan Yordania).

Lokasi yang strategis plus kemakmuran daerah ini sangat menarik pasukan Romawi, yang akhirnya mengambil alih kota ini di tahun-tahun pertama Masehi. Ahli arkeolgis sampai sekarang menggali daerah tersebut untuk menemukan sisa-sia bangunan istana ratu Zenobia.

12. Talisay (Filipina)


Salah satu bangunan di Talisay City adalah rumah besar yang dibangun oleh raja gula di akhir abad 19, dan tidak hanya sekali,tapi dua kali harus hancur di perang dunia kedua, untuk mencegah agar Jepang tidak memanfaatkan bangunan tersebut.



Puing Kapal VOC Dihargai Rp 9,5 Triliun....Gillaaa...?????

Seperti kita ketahui dari pelajaran sejarah waktu disekolah dahulu, penjajah kolonial Hindia Belanda mengeruk kekayaan bumi dan apa yang ada diatasnya untuk kemakmuran kerajaan mereka. Tidak hanya rempah-rempah logam mulia dan peninggalan bersejarah dari leluhur kita pun banyak yang dikuras mereka. Tidak heran bila di beberapa museum mereka bisa kita temui banyak benda-benda bersejarah dari kerajaan-kerajaan nusantara.
Salah satu kapal VOC yang dulu mengarungi samudra dari Eropah hingga Hindia Belanda
Baru baru ini sebuah tim peneliti arkeologi laut dari Hungaria menemukan puing-puing kapal kargo milik Belanda yang tenggelam di dekat pantai Brazil lebih dari tiga abad lalu. Kapal bernama Voetboog itu berlayar dari Batavia (nama Jakarta di masa lalu) menuju Belanda sebelum akhirnya tenggelam di Samudera Atlantik.  Kepada kantor berita Hungaria MTI, pemimpin tim ekspedisi Attila K. Szaloky menuturkan Jumat lalu (27/11) bahwa Voetboog adalah kapal layar dengan tiga tiang layar utama.

Kapal milik VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie atau perusahaan dagang Belanda yang didirikan pada 20 Maret 1602 dan memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.  Saat meninggalkan Batavia, kapal itu membawa 109 ABK (anak buah kapal). Kapal jenis fluyt (kapal layar Belanda yang khusus dirancang untuk kargo) itu mengangkut sutra, rempah-rempah, teh, porselen Jepang dan Tiongkok maupun sekitar 180 ribu keping koin emas Belanda ketika berlayar. ”Nilai puing-puing kapal itu dihargai sekitar USD 1 miliar (sekitar Rp 9,5 triliun),” kata Szaloky.
Voetboog diperkirakan terjebak dalam badai saat melintasi Samudera Atlantik. Satu-satunya peluang untuk pulang (ke Belanda) dengan selamat adalah berlayar dengan menyusuri dekat pantai Brazil. Tapi, karena faktor penyebabnya yang belum diketahui, kapal tersebut tenggelam dekat Pantai Pernambuco, negara bagian di timur laut Brazil, pada 29 Mei 1700.
Tim Octopus Association for Marine Archaeology sebetulnya menemukan puing-puing kapal itu pada Oktober 2008. Tapi, penemuan tersebut diumumkan hanya setelah fase pertama penelitian itu tuntas. Tak dijelaskan apakah sejumlah harta karun yang dibawa kapal tersebut juga ditemukan di antara puing-puing.
"harta karun"
Hanya dikatakan bahwa arkeolog Hungaria menemukan puing Voetboog di dasar laut tertutup endapan lumpur dan pasir setebal beberapa meter. ”Jadi, lebih dari 309 tahun, kapal itu hilang tanpa bekas,” tutur Szaloky. Puing-puing Voetboog akan dinaikkan ke darat. Selanjutnya, kapal itu dirawat dan dikonservasi sesuai ketentuan undang-undang Brazil.
Berdasar informasi dari Brasilmergulho.com, saat meninggalkan Batavia pada 21 Januari 1700, kapal Voetboog dipimpin Kapten Adriaan de Ruiter. Selain membawa porselen untuk pembeli di Eropa, kapal itu mengangkut 233.251 keping florin (uang gulden Belanda yang dipakai di negara-negara Antilles di Laut Karibia). Setelah empat bulan berlayar, kapal itu tenggelam sesudah menghantam karang di perairan Pernambuco, Brazil, akibat cuaca buruk.
Voetboog merupakan satu di antara sekian banyak kapal andalan VOC. Selama 1602-1795, kapal-kapal VOC melayari laut yang menghubungkan Eropa dan Asia Timur. Saat itu VOC merupakan perusahaan dagang yang paling terorganisasi di wilayah tersebut.
Dengan memiliki 100 kapal dagang bersenjata dan sejumlah kapal lebih kecil, VOC memegang supremasi pelayaran dagang dengan Timur.
Kapal jenis fluyt milik VOC mampu mengangkut kargo lebih banyak dan melaju lebih cepat. Tetapi, awal kapal itu lebih sedikit bila dibandingkan dengan kapal lain. Kapal fluyt yang memiliki panjang 24,4 meter ini, termasuk Voetboog, dipersenjatai beberapa meriam di bagian dek atas.
Nah mungkin saja para peneliti itu sebenarnya sudah mengetahui isi dan nilai harta benda yang ada didalam kapal, apakah didalamnya ada harta karun peninggalan para leluhur kita kerajaan-kerajaan di Nusantara yang terkenal kaya raya? entahlah kita lihat saja perkembangannya.


Sumber: Jawa Pos

7 Keajaiban Dunia kuno

1. Colossus Rodos

Colossus Rodos adalah patung Helios, yang terletak di pulau Rodos, Yunani, dibuat oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM. Patung ini dianggap sebagai 7 keajaiban dunia kuno. Sebelum kehancurannya, patung ini berdiri lebih dari 30 meter, membuatnya sebagai patung tertinggi dalam dunia kuna. Colossus Rodos memiliki tinggi yang hampir sama dengan Patung Liberty.

Â

2. Taman Gantung Babilonia

Taman Gantung Babilonia adalah salah satu di antara tujuh keajaiban dunia kuno. Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk istrinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di negara Irak.

Â

3. Mausoleum Maussollos

Mausoleum Maussollos atau Mausoleum Halicarnassus, adalah makam yang dibangun antara 353 dan 350 SM di Halicarnassus (Bodrum, Turki kini) untuk Mausolus, satrap kekaisaran Persia dan Artemisia II dari Caria, istrinya. Struktur ini didesain oleh arsitek Yunani, Satyrus dan Pythius.[1][2] Mausoleum ini memiliki tinggi sekitar 45 meter.


4. Mercusuar Iskandariah

Mercusuar Iskandariah atau Pharos Alexandria (dari bahasa Yunani kuno) adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariah kuna, Mesir Kuno. Ketinggiannya diperkirakan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

Â

5. Piramida Agung Giza

Piramida Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (????, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.[1] . Piramida ini terkadang disebut sebagai Piramida Khufu

Â

6. Patung Zeus

Patung Zeus di Olympia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Patung ini dibuat oleh skulptor terkenal, Phidias (abad ke-5 SM) kira-kira tahun 432 SM di Olympia, Yunani. Patung yang terduduk, yang memiliki tinggi sekitar 12 meter, mengisi seluruh Kuil Zeus yang dibangun sebagai rumah patung ini. Penyebab kehancuran patung ini hingga kini masih diperdebatkan.

Â

7. Kuil Artemis

Kuil Artemis adalah kuil Yunani yang didirikan untuk Artemis, sekitar 550 SM di Efesus dibawah dinasti Achaemenid dari kekaisaran Persia. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kini, kuil ini telah hancur.

Piramida Raksasa di temukan di Mexico

Para arkeologis telah menemukan piramida pra-Hispanik berusia 1500 tahun di distrik kelas di Kota Meksiko setelah menggali sebuah pegunungan yang digunakan setiap tahun untuk menggambarkan proses penyaliban Yesus.
Piramida yang belum diberi nama itu mempunyai dasar ukuran yang sama seperti Piramida Matahari di area arkeologis yang terkenal di Teotihuacuan, satu jam perjalanan ke arah timur laut dari ibu kota, yang dikenal sebagai "Kota Dewa" dan ini merupakan kota kuno paling besar di Meksiko .
Sebuah Piramida berusia 1500 tahun ditemukan di Kota Meksiko, kira-kira satu jam perjalanan ke arah barat daya di Teotihuacuan (Donald Miralle /Getty Image)
  
Seorang arkeologis bernama Jesus Sanchez mengatakan bahwa penemuan terakhir itu didirikan oleh orang-orang yang sama yang mendirikan Teotihuacuan antara 400-500 SM, dan mempunyai bukti bahwa piramida itu digunakan untuk tujuan seremonial. Strukturnya dilindungi karena letaknya dua kaki di bawah bumi, Sanchez mengatakan pada sebuah stasiun radio.
Namun setengah dari piramida itu telah rusak karena pegunungan itu digunakan selama berpuluh tahun setiap Paskah untuk upacara penyaliban Yesus yang berdarah. Perayaan religius ini dihadiri oleh ratusan ribu umat.
Rumah-rumah yang didirikan secara ilegal di satu sisi pegunungan tersebut juga mempunyai peran merusak piramida, yaitu kira-kira 60 kaki tingginya, setengah dari tinggi Piramida Matahari, kata Sanchez, arkeologis dari Institute Nasional Antropologi dan Sejarah. Wilayah tersebut tidak akan sepenuhnya diselidiki karena wilayah itu termasuk pusat religius, kata Sanchez.
Bagian utara piramida itu terbuka sampai ke lapangan besar, yang batasannya ditetapkan oleh sebuah tembok batu rendah. Di bagian selatan terdapat candi kecil, dengan tanda lubang di dinding untuk meletakkan sesajen.
Wilayah ini menawarkan pemandangan pinggiran kota yang luas, termasuk wilayah Meksiko yang paling miskin sekaligus paling berbahaya, pagar luar akan segera dibangun di sekelilingnya untuk mengantisipasi kendaraan yang masuk dan merusak lebih parah lagi.
Penemuan ini adalah satu dari banyak contoh penemuan pra Hispanik yang penting di Meksiko yang kemudian menjadi tempat beribadah para umat Katolik. Setelah takluknya Spanyol, para penakluk dan para wakil gereja menawarkan kepercayaan mereka pada penduduk asli.
Gereja-gereja didirikan di puncak piramida kuno di sekitar Meksiko, termasuk di Chalma dan Cholula yang dekat dengan Kota Meksiko. Katedral besar di Meksiko didirikan dari batu piramida yang diratakan oleh masyarakat Spanyol.

Pedang - Pedang Legendaris yang tercatat dalam Sejarah

Pedang Salahuddin Ayyubi

Pedangnya Salahuddin Ayyubi / Saladin, jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit. Pedang ini dibuat dari baja damascus yang sangat keras namun lentur karena memiliki kandungan CNT (carbon nanotubes). Katanya pedang ini sangat tajam, saking tajamnya bisa dengan mudah menembus baju zirah renald de chatilon.

Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud. Sekarang pedang ini merupakan koleksi pribadi Shahhi family in the UAE.Harganya sekitar $555.000

The Sword of Goujian

Pedang ini merupakan harta negara dan mempunyai karisma setara dengan Pedang Excaliburnya King Arthur. Ketika ditemukan, pedang ini telah berusia kurang lebih 2000 tahun, tapi masih sangat tajam dan tidak berkarat. Terlebih lagi,terdapat pola berbentuk belah ketupat dan 11 lingkaran konsentris yang terletak hanya berjarak 0,2 milimeter dari hiltnya.
Material: perunggu.
Panjang: 55,6 cm (termasuk gagangnya)
Lebar: 5 cm.

Bilah pedang terbuat dari tembaga, membuatnya lebih lentur dan lebih kecil kemungkinannya untuk hancur; sisi pedang memiliki kandungan timah, membuatnya lebih keras dan mampu mempertahankan tepi tajam; sulfur mengurangi kemungkinan pudarnya pola-pola.
Pedang Goujian adalah salah satu contoh yang mengagumkan dari ilmu metalurgi terdahulu di Cina. Bahkan sekarang, pedangnya sendiri tidak mudah untuk direplikasi.

Pedang Zulfikar


Zulfiqar, pedang legendaris Ali ibn Abu Thalib. Dikisahkan, pada Perang Uhud (625 M) Rasul Muhammad SAW menghadiahi Zulfiqar kepada Ali, menantunya, dan dengan pedang itu Ali menaklukkan musuh terberatnya, Amr ibn Abdawud, menghancurkan sekaligus helm dan perisainya. Zulfiqar kemudian digunakan Husayn ibn Ali, cucu Rasul, yang gugur dalam Perang Karbala.


Honjo Masamune


Honjo Masamune, adalah pedang simbol Shogunat Tokugawa yang dibuat oleh Masamune, pembuat pedang terkenal di Jepang di awal abad 14. Pedang buatan Masamune sering dibandingkan dengan pedang buatan Muramasa, yang konon adalah bekas muridnya. Pedang Masamune melambangkan kedamaian sedangkan pedang Muramasa melambangkan haus darah.


Muramasa


Muramasa Sengo (千子村正Sengo Muramasa) adalah seorang swordsmith terkenal yang mendirikan sekolah dan Muramasa tinggal selama periode Muromachi (abad ke-16) di Jepang.
Oscar Ratti dan Adele Westbrook mengatakan bahwa Muramasa "adalah swordsmith yang pandai tetapi kejam dan sakit-pikiran, yang tercemin pada bilah pedang buatannya... Pedang ini diyakini haus darah dan untuk mendorong prajurit mereka untuk melakukan pembunuhan atau bunuh diri. "

Ketika Ieyasu Tokugawa menjadi Shogun,pedang buatan Muramasa tidak lagi populer karena diyakini banyak membunuh orang-orang deket Ieyasu.


The Wallace Sword


Pedang ini dimiliki Sir William Wallace (1270 – 1305), Seorang patriot dan ksatria Scotlandia yang melakukan perlawanan terhadapan penjajahan Inggris. Disebutkan bahwa pedang ini digunakan dalam the Battle of Stirling Bridge in 1297 dan the Battle of Falkirk (1298).

Panjang bilah pedangnya 132 cm, sedangkan panjang keseluruhannya termasuk pegangannya adalah 168cm. Lebar bilah pedangnya bervariasi, dekat pegangannya 2.25 inchi dan 0.75 di ujungnya. Berat pedangnya adalah 2.7kg.


Tippu Sultan Sword


Pedang milik Sultan Fateh Ali Tipu (bahasa Urdu: فتۃ الی تیپو) November, 1750, Devanahalli – 4 Mei, 1799, Srirangapattana), juga dikenal dengan julukan Harimau dari Mysore, adalah penguasa de facto dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782 (di saat ayahnya wafat) sampai kematiannya di tahun 1799.


Legenda / Mitologi

Excalibur

Karena berdasarkan pada kisah legenda, tidak dapat dipastikan seperti apa bentuk asli pedang ini. Berikut ini 2 versi diantaranya. Tapi secara umum diyakini bahwa Excalibur merupakan pedang berjenis claymore.


Siapa sih yang ga kenal sama Excalibur. Pedang legendaris ini merupakan pedang kepunyaan Raja Arthur.Dan menurut legenda,pedang ini memiliki kekuatan ajaib yang memberinya hak memerintah Inggris. Dalam bahasa Wales pedang ini bernama Caledfwlch.

Nama Excalibur berasal dari bahasa Perancis kuno Excalibor, yang berasal dari bahasa Latin Caliburnus. Dalam legenda Arthur, ada dua cerita mengenai asal pedang ini. Yang pertama adalah legenda "Sword in the Stone", pertama muncul dalam puisi Robert de Boron Merlin, di mana Excalibur hanya dapat ditarik dari batu oleh orang yang berhak menjadi raja, yaitu Arthur.
Dalam versi kedua, yang muncul dalam Suite du Merlin, Arthur menerima Excalibur dari Lady of the Lake setelah pedang pertamanya rusak dalam pertempuran melawan raja Pellinore.


Kusanagi

Sama halnya dengan excalibur, tidak ada yang tahu pasti bentuk pedangnya.


Bagi masyarakat Jepang, Kusanagi merupakan pedang legendaris yang setara Excalibur. Nama lengkapnya Kusanagi-no-Tsurugi ("Grass Cutting Sword"). Menurut legenda, Pedang ini didapat oleh seorang dewa bernama Susanoo ketika sedang memotong ekor keempat dari seekor monster naga berkepala dan berekor delapan, Yamato-No-Orochi.
Kemudian dipersembahkan kepada dewi Ameterasu. Katanya pedang ini disimpan di Atsuta Shrine, tapi sampai sekarang blm ada seorang pun orang di luar kuil, kecuali kaisar, yang pernah melihat pedang ini.